DSC_0046Penetapan tahun 2015 sebagai Tahun Hidup Bakti oleh Paus Fransiskus tidak hanya untuk mengenang 50 tahun Konsili Vatikan II sebagai peristiwa iman dalam sejarah Gereja. Melalui tahun hidup bakti ini, Paus mengajak kita untuk berefleksi dan berdoa bersama agar semakin banyak orang muda yang terpanggil sebagai biarawan–biarawati. Menurunnya jumlah panggilan untuk menjadi imam, suster, atau pun bruder adalah pokok perhatian kita saat ini.

Di tengah-tengah keprihatinan menurunnya jumlah panggilan, Kongregasi Misionaris Keluarga Kudus (MSF) Provinsi Kalimantan bersyukur dan bersukacita. Di Biara Nazareth Yogyakarta, dua Frater MSF Kalimantan mengikrarkan kaul kekal yakni Frater Petrus Ping Poto MSF dan Frater Paulus Emanuel Fay MSF, dan 3 Frater lainnya membarui kaul-kaulnya tanggal 10 Juli 2015. Sementara itu pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2015, ada 13 frater dan bruder MSF Provinsi Kalimantan yang mengikrarkan kaul pertama dan pembaruan kaul di Gereja Santo Martinus, Paroki Santo Klemens I Sepinggan Balikpapan.

Tahun ini MSF Provinsi Kalimantan mendapat tambahan tiga frater dan satu bruder yang baru menyelesaikan masa novisiat dan mengikrarkan kaul pertama. Mereka adalah Fr. Alfrid Mali MSF, Fr. Firdaus Piga Leo MSF, Fr. Marselinus Raja Jawa Boruk MSF, dan Bruder Stefanus Desy Adventa Ariaputra MSF. Selain 4 kauliawan pertama, ada 9 Frater dan Bruder yang membarui kaul dalam Perayaan Ekaristi hari Minggu yang dihadiri umat Katolik yang hampir memenuhi Gereja Santo Martinus yang berkapasitas 1000 orang.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh ProVinsial MSF Provinsi Kalimantan, Pastor Jakobus Lingai Imang MSF dan didampingi oleh Pastor Doni MSF (Pastor Paroki Sepinggan) dan Pastor Iwan Yam MSF (Socius Novisiat) serta beberapa pastor lainnya. Hadir juga para Suster MASF, Suster PRR, dan seluruh umat yang turut mendukung para frater dan bruder. Dalam homilinya, Pastor Lingai MSF menjelaskan tiga ciri pokok yang perlu diperhatikan sebagai religius. Pertama, penghayatan ketiga kaul dalam kehidupan sehari-hari sebagai religius. DSC_0192Kedua hidup bersama atau hidup komunitas yang menjadi tanda kehadiran Allah. Ketiga, hidup karya yang terangkum dalam tiga tugas kerasulan yaitu kerasulan panggilan, kerasulan keluarga, dan misi. Ketiga ciri pokok inilah yang harus dikembangkan selama masa pendidikan sebagai calon imam MSF. Setelah Perayaan Ekaristi selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama umat paroki serta beberapa penampilan dari umat dan juga penampilan dari para Frater serta Bruder berupa tarian dan nyanyian, serta bagi-bagi hadiah dari para sponsor. (Fr. Bilung MSF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *